Mengapa Hyundai IONIQ 9 Dirancang Begitu Aerodinamis?
Hyundai IONIQ 9 merupakan SUV listrik berukuran besar yang dirancang dengan perhatian terhadap efisiensi energi. Selain kapasitas baterai dan teknologi penggeraknya, karakter aerodinamika turut menjadi bagian dari pengembangan kendaraan. Semakin baik kendaraan mengelola aliran udara saat melaju, semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan udara.
Pendekatan tersebut terlihat pada desain eksterior IONIQ 9 yang mengusung konsep Aerosthetic, perpaduan antara kebutuhan aerodinamika dan estetika. Bentuk atap yang mengalir hingga bagian belakang, permukaan bodi yang lebih halus, serta buritan yang menyerupai boat tail merupakan beberapa elemen yang dikembangkan untuk mengendalikan aliran udara. Namun, perhatian Hyundai terhadap aerodinamika tidak berhenti pada bentuk bodi. Sejumlah detail di bagian bawah kendaraan, area roda, hingga bagian depan juga memiliki fungsi yang berkaitan dengan aliran udara.
Berikut 7 elemen yang digunakan pada IONIQ 9:
1. Bentuk Bodi Membantu Mengendalikan Aliran Udara
Profil samping IONIQ 9 dibuat dengan garis yang mengalir dari bagian depan menuju atap dan kemudian meruncing ke belakang. Pendekatan ini membuat udara dapat mengikuti permukaan bodi dengan lebih teratur sebelum meninggalkan kendaraan. Hyundai juga mengadopsi bentuk buritan yang terinspirasi boat tail, sementara bagian-bagian tepi bodi dibuat lebih membulat untuk membantu mengurangi gangguan terhadap aliran udara. Bagi sebuah SUV tiga baris dengan dimensi besar, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengejar hambatan udara yang rendah tanpa mengorbankan ruang kabin.
2. Bagian Bawah Mobil Juga Mendapat Perhatian
Aliran udara tidak hanya terjadi di atas dan di samping kendaraan. Udara juga masuk ke bagian bawah bodi dan dapat bertemu dengan berbagai komponen yang menciptakan turbulensi. Karena itu, IONIQ 9 menggunakan 3D-shaped underbody cover untuk membantu menghaluskan dan menyeimbangkan aliran udara di bawah sasis. Hyundai menyebut solusi ini sebagai salah satu bagian dari pengembangan aerodinamika IONIQ 9, bersama desain roda dan antena tersembunyi.
3. Desain Roda dan Wheel Arch Bukan Sekadar Urusan Tampilan
Area roda menjadi salah satu bagian yang diperhitungkan dalam pengembangan aerodinamika IONIQ 9. Hyundai menggunakan desain roda yang sebagian permukaannya tertutup dan terinspirasi bentuk turbin untuk membantu mengelola aliran udara di sekitar roda. Celah antara ban dan wheel arch juga dibuat lebih rapat, sedangkan bagian tepi wheel arch dibentuk membulat agar aliran udara dapat bergerak dengan lebih baik. Dengan demikian, desain pada area roda memiliki fungsi selain membentuk karakter visual sebuah SUV.
4. Antena dan Handle Pintu Dibuat Lebih Menyatu dengan Bodi
Detail kecil pada permukaan kendaraan juga dapat memengaruhi aliran udara. IONIQ 9 menggunakan hidden antennas dan auto flush door handles sehingga komponen tersebut tidak banyak menonjol dari permukaan bodi. Digital Side Mirrors juga dibuat lebih tipis dan menyatu dengan bodi untuk mengurangi hambatan udara. Hyundai menyebut Digital Side Mirrors sebagai salah satu elemen yang membantu IONIQ 9 mencapai angka 0,259 Cd pada konfigurasi RWD dengan pelek 19 inci.
5. Active Air Flap Bekerja Ketika Udara Memang Dibutuhkan
IONIQ 9 juga memiliki dual-motion Active Air Flap (AAF) yang mengatur aliran udara menuju area pendinginan. Ketika kebutuhan pendinginan baterai atau sistem penggerak mengharuskan adanya aliran udara, flap dapat membuka. Ketika udara tersebut tidak diperlukan, flap berada dalam posisi tertutup untuk membantu mengurangi hambatan. Mekanismenya menggunakan dua gerakan, yaitu gerakan linear dan rotasi, sehingga celah antara komponen dapat diminimalkan dibandingkan mekanisme flap konvensional.
6. Hambatan Udara Berhubungan dengan Efisiensi Energi
Pada kendaraan listrik, energi dari baterai digunakan untuk menggerakkan kendaraan sekaligus mengatasi berbagai tahanan selama perjalanan, termasuk hambatan udara. Karena itu, pengembangan aerodinamika menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Hyundai menyebut desain aerodinamis IONIQ 9 membantu menekan konsumsi energi, dan pada konfigurasi Long Range RWD dengan pelek 19 inci, kendaraan ini memiliki jarak tempuh hingga 620 km berdasarkan pengujian WLTP. Angka tersebut tentu dipengaruhi banyak faktor, sehingga efisiensi tidak hanya ditentukan oleh koefisien hambatan udara.
7. Koefisien 0,259 Cd Dicapai dengan Kombinasi Berbagai Elemen
Angka 0,259 Cd pada IONIQ 9 bukan hasil dari satu bentuk bodi atau satu perangkat tertentu. Nilai tersebut merupakan hasil dari berbagai keputusan desain, mulai dari siluet kendaraan, bentuk bagian belakang, wheel arch, desain roda, Digital Side Mirrors, underbody cover, hidden antennas hingga Active Air Flap. Hyundai Motor Europe saat ini mencantumkan koefisien hambatan udara IONIQ 9 sebesar 0,26 Cd pada data teknisnya, sementara angka 0,259 Cd digunakan Hyundai untuk konfigurasi tertentu dengan Digital Side Mirrors.
Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai Hyundai IONIQ 9 maupun pilihan kendaraan Hyundai lainnya yang tersedia di Indonesia, informasi mengenai produk, fitur, program, serta layanan Hyundai dapat diperoleh melalui Hyundai DITA. Anda juga dapat berkonsultasi untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kendaraan Anda sebelum menentukan pilihan. Selengkapnya, kunjungi hyundaimobil.co.id/hyundai-dita.