Ikuti Dengan Bijak, 5 Tips Perawatan Baterai Mobil Listrik Hyundai
Sejak Hyundai meluncurkan IONIQ Electric, IONIQ 5 dan kemudian menghadirkan KONA Electric, tren mobil listrik di Tanah Air makin berkembang pesat. Datang dengan serius, baik secara teknologi, desain, fitur maupun keamanannya. Tak heran, banyak pemilik yang langsung jatuh hati dengan desain futuristik, kabin luas, dan biaya operasional super hemat.
Namun, ada satu hal yang selalu jadi pertanyaan besar: bagaimana cara merawat baterai EV Hyundai supaya awet? Apalagi baterai adalah komponen paling mahal di mobil listrik.
Hyundai IONIQ 6 Mencuri Perhatian Di Goodwood Festival Of Speed 2025:
https://hyundaimobil.co.id/news/details/hyundai-ioniq-6-n-menjadi-pusat-perhatian-di-goodwood-festival-of-speed-2025
Mari kita kupas tentang spesifikasi baterainya. Hyundai IONIQ 5 mengusung baterai Lithium-ion polymer dengan kapasitas 58 kWh (Standard Range) dan 72,6 kWh (Long Range). Hyundai KONA Electric menggunakan baterai Lithium-ion polymer dengan kapasitas 39,2 kWh dan 64 kWh. Sedangkan Hyundai IONIQ Electric sebagai perintis, memakai baterai Lithium-ion polymer 38,3 kWh. Ketiga model ini dilengkapi Battery Management System (BMS) yang otomatis mengatur charging, pendinginan, dan proteksi sel baterai.
Bagi ketiganya, berikut 5 tips perawatan baterai mobil listrik Hyundai:
1. Atur Pola Charging
- Untuk pemakaian harian, cukup isi hingga 80%.
- Pakai fitur Scheduled Charging di IONIQ 5 agar baterai penuh mendekati waktu berangkat.
- Hindari kebiasaan sering mengosongkan baterai <10%.
2. Gunakan Charger Resmi Hyundai
- Manfaatkan Home Charger bawaan atau Public Fast Charging Hyundai dan mitra resminya.
- Hindari charger modifikasi atau stop kontak biasa berulang kali, karena berisiko panas berlebih.
3. Jaga Suhu Baterai
- Sistem pendingin baterai Hyundai (liquid cooling di IONIQ 5, KONA, dan IONIQ EV) sudah canggih, tapi tetap perhatikan lokasi parkir.
- Usahakan tidak sering meninggalkan mobil penuh 100% di bawah terik matahari.
4. Perhatikan Ventilasi Kabin (untuk model tertentu)
- Pada Hyundai IONIQ Electric, ada fan pendingin baterai yang menarik udara dari kabin.
- Pastikan area ventilasi tidak tertutup barang.
5. Lakukan Service Berkala
- Hyundai menyediakan EV Service Package di bengkel resmi.
- Saat service, teknisi akan melakukan health check sel baterai, update software BMS, dan pemeriksaan sistem pendingin baterai.
Di luar 5 tips perawatan baterai mobil listrik Hyundai, para pemilik mobil Hyundai mendapatkan garansi baterai sebagai berikut:
- Hyundai Indonesia memberikan garansi baterai 8 tahun / 160.000 km untuk semua model EV.
- Jika ada penurunan kapasitas signifikan, Hyundai menawarkan penggantian modul baterai, sehingga tidak perlu mengganti seluruh paket.
- Dengan perawatan yang benar, baterai bisa bertahan lebih dari 10 tahun.
Merawat baterai mobil listrik Hyundai di Indonesia ternyata tidak sulit. Teknologi BMS (Battery Management System) yang pintar, sistem pendingin canggih, dan jaringan servis resmi membuat pemilik cukup mengikuti pola sederhana yaitu charge dengan bijak, jaga suhu, dan servis rutin.
Dengan cara itu, baterai mobil listrik Hyundai bisa bertahan lama, efisien, dan tetap memberi pengalaman berkendara terbaik. Jadi, kalau kamu pengguna atau calon pembeli mobil listrik Hyundai, janganlah ragu. Ikuti tips sederhana ini, dan nikmati masa depan mobilitas listrik tanpa khawatir soal baterai.
Jika terdapat masalah baterai yang serius, jangan tunda lagi untuk melakukan konsultasi service. Hyundai Lovers bisa dengan mudah melakukan pengisian form Booking Service sesuai jadwal dan lokasi, melalui layanan di https://hyundaimobil.co.id/booking-service.